Sabtu, 01 Desember 2012

Tanya Jawab Dalam Al- Qur'an



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
Al- Qur’an adalah kitab suci Muslimin yang mengandung banyak hal didalamnya baik itu ranah Saint, Ekonomi, Sosial dan lain sebagainya. Seseorang yang ingin memfungsikan dan mengaplikasikan kandungan Al- Qur’an, tentunya tidak lepas dari proses penafsiran. Dalam penafsiran sendiri banyak aspek yang harus diperhatikan agar mengurangi kemungkinan salah dalam penafsiran Al-Qur’an.
Pertanyaan dan jawaban merupakan kalimat-kalimat yang selalu didengar dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang sangat mengenal bentuk-bentuk tersebut, karena mereka sering melakukanya. Dengan demikian, kedua bentuk kalimat tersebut bukan lagi merupakan sesuatu yang asing bagi masyarakat. Dengan fungsinya sebagai petunjuk, AlQur’an sudah tentu mencakup pola-pola yang menjadi topic bahasan ini. Dalam makalah ini mencoba memaparkan sedikit banyak tentang kaidah tanya dan jawab dalam Al Qur’an.[1]

1.2  RUMUSAN MASALAH
Supaya pembahasan dari makalah ini tidak terlalu melebar ke masalah yang bukan menjadi tugas ini, maka kami merumuskan sebagai berikut:
  1. Apa pengertian Tanya dan Jawab dalam Al- Qur’an ?
  2. Apa Ragam tanya dan jawab dalam Al- Qur’an ?
  3. Bagaimana bentuk – bentuk pertanyaan dan jawaban dalam Al Qur’an ?

1.3  MANFAAT / TUJUAN
Manfaat atau Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
  1. Menambah pengetahuan mengenai Kaidah Tanya dan Jawab
  2. Mengetahui Ragam dan Bentuk-bentuk Tanya dan Jawab dalam Al- Qur’an


BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian
            Secara etimologis, soal berasal dari bahasa Arab su’al. Kata ini merupakan masdar dari kata kerja sa’ala yas’alu, yang artinya meminta, mengharap pemberian, mencari berita atau bertanya.[2] Su’al dapat diartikan sebagai permintaan. Dalam pembahasan ini dapat di artikan pertanyaan. Sedangkan secara terminologis su’al diberi arti yang singkat, yaitu suatu upaya untuk mendapatkan pemahaman. Kata ini kemudian menjadi kata serapan, yang dalam kosakata bahasa Indonesia sinonimnya adalah pertanyaan.    Sedangkan jawab, secara etimologis juga berasal dari bahasa Arab jawab, yang artinya mengembalikan pertanyaan, pembicaraan, surat, do’a atau lainnya.[3] Dalam bahasan ini yang dimaksud adalah jawaban. Sedang secara terminologis, jawab didefinisikan sebagai kalimat yang fungsinya untuk menjawab syarat (pertanyaan).


  1. Ragam Tanya Dan Jawab
            Lazimnya setiap pertanyaan, membutuhakan jawaban yang sesuai dengan pertanyaan,  sehingga terpenuhilah apa yang menjadi keingintahuan penanya.
            Didalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang memberikan jawaban tidak sepenuhnya sesuai dengan apa yang ditanyakan. Jawaban demikian adalah kehendak Allah. Maksudnya, jawaban itulah yang seharusnya ditanyakan. Redaksi semacam ini oleh Al-Salaki, seperti dikutip As-Suyuti, disbut uslub hakim[4]. Misalnya firman Allah:
 

Artinya: Mereka bertanya kepadamu tentang bulan-bulan baru. Katakanlah: Itu tanda-tanda waktu untuk manusia dan untk musim haji. (QS.2:189)

Asbabun nuzul latar belakang turunya ayat ini adalah, sekelompok orang bertanya kepada Rasulullah tentang bulan sabit; mengapa mula-mula terlihat kecil seperti benang, lalu bertambah sedikit demi sedikit hingga purnama, kemudian berkurang lagi hingga kembali ke keadaan semula. Hal itu dijawab dengan menerangkan hikahnya. Itulah yang seharusnya ditanyakan.[5]

            Adakalanya jawaban yang diberikan lebih lusas ketimbang sesuatu yang ditanyakan. Misal:
Artinya: Katakanlah “Siapakah yang menyelamatkan kamu dari bahaya yang mengerikan di darat dan di laut, kamu berdo’a kepada NYA dengan rendah hatu dan suara lembut: Sekiranya dia menyelamatkan kami dari (bahaya) ini tentulah kami akan bersyukur?” Katakanlah, ‘Allah akan menyelamatkan kamu dari segala bencana. Namn kamu kemudian mempersekutukan-NYA.(QS.6.63-64).

            Adakalanya jawabanya lebih sempit cakupanya daripada yang ditanyakan. Misal:
 
Artinya: Bila kepada mereka ayat-ayat kami dibacakan dengan jelas, mereka yang tidak mengharapkan bertemu dengan kami berkata, “Bawakanlah bacaan lain dari ini, atau gantilah!” Katakanlah, “Tiada semestinya aku menggantikanya atas kemauanku sendiri. Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku. Jika tidak mentaati Tuhanku aku takut akan adzab hari maha dahsyat (yang akan datang). (QS.10:15).

  1. Bentuk Pertanyan Dan Jawaban Dalam Al-Qur’an
            Khalid Abdurrahman al-‘akk  mengemukakan bentuk-bentuk pertanyaan dan jawaban dalam Al-Qur’an, sebagai berikut:
1.      Jawaban yang bersambung dengan pertanyaan, contoh:
š 
Artinya: Mereka bertanya kepadamu, apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: Apa saja yang baik kamu nafkahkan hendaknya kepada ibu-bapak dan kerabat, kepada anak yatim dan orang miskin. Dan kepada orang yang terlantar dalam perjalanan. Dan segala perbuatan baik yang kamu lakukan Allah mengetahuinya.(QS.2:215).
2.      Jawaban yang terpisah, baik terdapat dalam satu surat maupun dalam dua surat yang berlainan. Contoh:
Artinya: Dan mereka berkata: “Rasul macam apa ini, makan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Kenapa tidak diturunkan seorang malaikat kepadanya dan bersama-sama memberi peringatan?” (QS.25:7).

Artinya: Dan Kami tidak mengutus Rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. dan Kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. maukah kamu bersabar?; dan adalah Tuhanmu Maha melihat.

3.     Dua Jawaban dalam dua surat untuk satu pertanyaan. Contoh:

Artinya: Mereka berkata: “Mengapa Al-Qur’an ini tidak diturunkan kepada orang yang penting dari kedua kota itu?” kamilah yang membagi-bagikan penghidupan diantara mereka. (QS.43:31-32).

4.      Pertanyan yang jawabannya terhapus atau tidak disebutkan. Contoh:
 
Artinya: Adakah orang yang berpegang pada (jalan) yang terang dari Tuhanya, sama dengan orang yang menganggap indah perbuatannya yang buruk; dan mengikuti hawa nafsu mereka ? (QS.47:14).

5.      Jawaban yang disebutkan mendahului pertanyaan. Contoh:
  
Artinya: Shad: demi Al-Qur’an yang penuh peringatan. (QS.38:1) 
Artinya : Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (Rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata: "Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta". (QS.38:4)


BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Ragam-ragam tanya jawab dalam Al-Qur’an diantaranya jawaban jida sepenuhnyya sesuai dengan apa yang di tanyakan,jawaban yang diberikan lebih luas dari yang dipertanyakan, jawaban lebih sempit cakupannya dari yang ditanyakannya.
Bentuk-bentuk pertanyaan dan jawaban dalam Al Qur’an diantaranya :
Jawaban yang bersambung dengan pertanyaan, jawaban yang terpisah, baik dlam satu surat maupun dua surat, dua jawaban dlam dua surat untuk satu pertanyaan, pertanyaan yang jawabannya terhapus atau tidak disebutkan, jawaban yang disebutkan mendahului pertanyaan.
Kata Penutup
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Kami berharap para pembaca memberikan kritik dan saran yang membangun kepada kami demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan lain. Semoga makalah ini berguna bagi kami pada khususnya juga para pembaca pada umumnya.


                       












DAFTAR PUSTAKA
Departemen Agama RI, Mukaddimah Al Qur’an dan Tafsirnya, Jakarta : Lembaga Percetakan Al- Qur’an Depag RI, 2009.
Chirzin, Muhammad, Al- Qur’an dan Ulumul Qur’an, Yogyakarta : Dana Bhakti Prima Yasa, 1998.



[1] Departemen Agama RI, Mukaddimah Al Qur’an dan Tafsirnya, Jakarta : Lembaga Percetakan Al- Qur’an Depag RI, 2009. Hal. 144

[2] Luwis Ma’luf, al- Munjid fil- Lughah wal- A’lam, Beirut : Al- Maktabah al- Katulikiyah, 1965. Hal. 316
[3] Luwis Ma’luf, al- Munjid, Hal. 108
[4]Jalaludin as Sayuthi asy  Syafi’I, Al Itqon fi ‘Ulumil Qur’an  (Beirut : Darul Fikr)
[5] Abul Hasan Ali Bin Ahmad al Wahidy an Nisaburi, Asbabun Nuzul, Beirut : Darul Fikr, 1998. Hal. 32

Tidak ada komentar:

Posting Komentar